Home Berita LAZISNU Jakarta Utara melaksanakan Workshop bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPI YAI....

LAZISNU Jakarta Utara melaksanakan Workshop bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPI YAI. Tema yang disampaikan yaitu Model Manajemen dan ZIS untuk Pemberdayaan Umat

45
0

nujakartautara.com–Jakarta, Lazisnu Jakarta Utara melaksanakan Workshop bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPI YAI. Tema yang disampaikan yaitu Model Manajemen dan ZIS untuk Pemberdayaan Umat, dilaksanakan pada Hari Sabtu, 17 Juli 2021.

Dekan FEB YAI menyampaikan kebahagiaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terjalinnya mitra dengan Lazisnu Jakarta Utara.

Ustadz Dudi Akasyah MSi, mewakili Pengurus Lazisnu Jakarta Utara menyampaikan ucapan terima kasih yang setulusnya atas terjalinnya kerjasama yang baik ini. Ustadz Dudi Akasyah menyampaikan “Perintah shalat dan zakat banyak kita temukan di ayat-ayat Al-Quran. Apabila diperintahkan shalat secara berjamaah maka demikian juga zakat perlu dilaksanakan secara bersama-sama, sinilah pentingnya Lazisnu sebagai lembaga yang mengelola zakat umat.”

Narasumber yang dihadirkan berkompeten di bidangnya. Kajian tentang bagaimana untuk memperkaya literasi khazanah ZIS yang sangat potensial serta untuk pengembangan Lazisnu ke arah yang lebih baik secara kuantitas maupun kualitas.

Panelis menyampaikan disamping manajemen, juga perlu membangun memgoptimalkan komunikasi massa. Membangun komunikasi antara lembaga dengan muzaki dan mustahik.

Panelis sekaligus Ketua Lazisnu, Dr. H. Abdullah Muksin, menyampaikan tentang potensi zakat sebagai sumber kesejahteraan umat/masyarakat yang luar biasa. Membangun hubungan harmonis dengan Allah dan makhluk ciptaan-Nya, hablum minallahi wa hablum minannaas.

Lazisnu juga perlu menjaga transparansi, sosialisasi serta promosi. Dr Venus F Firdaus, menyampaikan pentingnya lembaga ZIS bekerjasama dengan ulama kharismatik dan mubaligh kondang dimana mereka meski secara individual namun kharismanya dapat menggalang dana dengan jumlah yang signifikan. Sebab harus diakui masyarakat kita masih lebih terpaku kepada sosok yang kharismatik daripada kelembagaan.

Panelis lainnya menyampaikan tentang trust, ikhlas, chanelling, atau kemudahan akses sehingga kita perlu membuat outlet-outlet (UPZ unit penerimaan zakat), jemput bola, atau proaktif.

Hal tersebut di atas dalam rangka memaksimalkan perolehan zakat sebab statistik masih menunjukan bahwa potensi zakat yang sebetulnya trilyunan namun baru terealisir milyaran.

Tentunya, koreksi lembaga yang amanah perlu dilaksanakan, meliputi: akuntabilitas, transparansi dan sasaran yang tepat dan jelas.

DAI17072021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here